Minggu, 04 Januari 2015

JURNAL ILMIAH

0 komentar
Nama               : Novia Nurul Huda
NPM                 : 25212400
Kelas                : 3EB02
Mata Kuliah  : Bahasa Indonesia 2#

JURNAL ILMIAH

Jurnal ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review (penelaahan sejawat).
Terdapat berbagai jurnal ilmiah yang mencakup semua bidang ilmu, juga ilmu sosial dan humaniora. Penerbitan dalam bentuk artikel ilmiah biasanya lebih penting untuk bidangilmu pengetahuan alam maupun kedokteran dibandingkan dengan bidang akademik lain.
Format umum untuk jurnal ilmiah biasanya terdiri dari:
1. Judul;
2. Abstrak;
3. Pendahuluan;
4. Bahan dan metode;
5. Hasil;
6. Pembahasan;
7. Kesimpulan;
8. Daftar pustaka.

CONTOH JURNAL ILMIAH

Degradasi Etika dan Moral dalam Jejaring Sosial Online
Nadya Syifana, Norman Lie
16 April 2013

Abstrak
Perkembangan teknologi jejaring sosial online telah menciptakan pergeseran paradigma dalam masyarakat. Jejaring sosial mampu mendekatkan yang jauh, memudahkan proses yang sulit. Segala kemudahan ini tentunya bukan tidak berkonsekuensi. Tanpa disadari, segala kemudahan dan kebebasan disediakan oleh jejaring online telah “menjebak” kita dalam penurunan nilai etika dan moral, bahkan membawa hal tersebut ke dunia nyata. Hal ini bila dibiarkan terus berlanjut dapat mengakibatkan kebobrokan moral masyarakat yang sulit dibangun kembali.
Kata kunci: Jejaring Sosial Online, Etika, Moral, Pergeseran Paradigma Sosial

I.       Pendahuluan
Perkembangan teknologi dari masa ke masa terbukti telah memberi banyak perubahan pada manusia. Perubahan yang terjadi umumnya ke arah lebih baik, seperti mempermudah melakukan suatu pekerjaan, memberikan berbagai pilihan atau preferensi baru dalam melakukan sesuatu, dan bahkan mampu membuka lapangan pekerjaan. Pengembangan teknologi terus dilakukan untuk dapat menjangkau segala kebutuhan hidup manusia. Tidak jarang juga pengembangan teknologi mendorong untuk penemuan serta pengembangan teknologi baru.

II.    Etika dalam Jejaring Sosial
Jejaring sosial online dapat diibaratkan sebagai miniatur kehidupan nyata kita. Terdapat interaksi antar individu dalam jejaring. Dalam media sosial kita dapat terhubung dengan orang-orang yang benar-benar kita kenal, melakukan pembicaraan atau berbagi data untuk keperluan tertentu. Melalui itu kita juga dapat berkenalan dengan orang-orang baru mungkin berada pada daerah terkenal luas, atau memiliki ketertarikan akan suatu hal yang sama. Dengan demikian, seharusnya aturan-aturan berinteraksi di dunia nyata dan dunia maya juga tetap sama, tentunya dengan berbagai penyesuaian terkait bentuk media komunikasi yang terbatas pada layar gadget, tidak berjumpa secara langsung.

Media internet menjadi wadah populer untuk menuangkan pendapat atau berbagi informasi dengan menyebarkannya pada lingkungan yang lebih luas. Karena dilihat oleh kalangan luas dengan pandangan atau status berbeda, informasi yang disampaikan harus dijaga agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan menyinggung pihak-pihak tertentu.
Menggunakan identitas orang lain atau suatu organisasi tertentu tanpa izin sepengetahuan pihak terkait juga merupakan perbuatan yang melanggar hukum maupun etika. Apalagi jika penggunaan identitas tersebut bertujuan untuk menipu, sanksi diberikan bisa lebih berat.

III. Degradasi Etika dan Moral dalam Jejaring Sosial
Kemudahan, keleluasaan, kebebasan dalam penggunaan internet telah membuat pengguna “kelepasan” bagaimana sepantasnya ia bertindak. Ketika bermain-main dalam dunia maya, seseorang terkadang merasa lebih bebas berekspresi karena ia merasa tidak ada orang secara langsung melihat apa yang dilakukannya. Cara penyaluran ekspresi tersebut juga bukan menggunakan kemampuan tubuh sepenuhnya, seperti berbicara, sehingga menjadikan orang dengan frekuensi bicara sedikit merasa lebih nyaman untuk mengungkapkan pikirannya. Hal ini bisa menjadi efek psikologis baik dari penggunaan jejaring sosial Online, namun dapat menjebak jika mengabaikan etika atau nilai moral yang berlaku.
Info dari jaringan online dapat menyebar secara cepat dan massive, menjadikan media online sarana propaganda efektif. Informasi dapat cepat terbit berganti. Kecepatan aliran info ini memancing meningkatnya minat pengguna untuk menyebarkan informasi. Jika pada penyebaran informasi konvensional informasi penting dan mendesak diutamakan, dalam media online segala bentuk informasi dapat mengalir dengan derasnya. Karena kemudahannya serta perasaan bebas berekspresi tadi, pemberi informasi terkadang mengabaikan aspek kepentingan dan etika dari informasi tersebut. Tidak heran jika saat ini kita sering kebanjiran info tidak penting, tidak tepat sasaran.

IV.  Menjaga Etika dalam Jejaring Sosial
Kerusakan moral akibat jejaring menyebar luas dikarenakan sifat media sosial itu sendiri terbuka untuk umum, atau sekelompok besar orang. Dengan terbiasa melihat perilaku-perilaku menyimpang etika, bukan tidak mungkin seseorang menjadi terbiasa, menganggap biasa, dan kemudian menjadikannya kebiasaan. Oleh karena itu, menjaga etika berinteraksi di online sangatlah penting.
Dengan berjejaring berlandaskan pada etika dan moral, kita bisa mendapatkan dan memberikan informasi bermanfaat bagi kita maupun orang lain. Kasus-kasus pencemaran nama baik karena “kelepasan” penggunaan media juga dapat terhindar karena adanya rasa ingin menghargai orang lain siapa pun, di mana pun, kapan pun. Terakhir, kasus-kasus kriminal yang melibatkan perangkat digital (cyber crime) dapat diminimalisir dengan kesadaran akan penyaringan informasi dari setiap orang.

V.     Kesimpulan
Jejaring sosial memberikan banyak kemudahan dan kebebasan bagi kita, terutama dalam hal terkait penyebaran informasi. Namun juga ada konsekuensi harus diwaspadai, seperti banyaknya informasi yang dapat merusak pola berpikir, atau pemalsuan identitas dapat berujung pada perusakan nama baik seseorang. Penanaman etika sangat penting agar media sosial dapat digunakan dengan bijak dan tidak menganggu kenyamanan  orang lain.

VI.  Referensi
[1]     Nicholson, Sean. “InfoGraphic: The History Of ONLINE Social Networking”. Social Media Today Community. 27 April 2011. <http://socialmediatoday.com/socmedsean/286629/infographic-history-online-social-networking>. Diakses pada 14 April 2013.
[2]     Vinjamuri, David. “Ethics and the Five Deadly Sins of Social Media”. Forbes.com. 11 Maret 2011. <http://www.forbes.com/sites/davidvinjamuri/2011/11/03/ethics-and-the-5-deadly-sins-of-social-media/>. Diakses pada 14 April 2013.
[3]     “Online Social Networking”. The Australian Communications and Media Authority. < http://www.acma.gov.au/ WEB/STANDARD/pc=PC_311748>. Diakses pada 14 April 2013.



Referensi :
http://contohpengertian.com/contoh-jurnal/
http://id.wikipedia.org/wiki/Jurnal_ilmiah
http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/09/10353179/Panduan.Menulis.Jurnal.Ilmiah




Senin, 29 Desember 2014

SURAT RESMI

0 komentar
A. Pengertian surat Resmi
Surat merupakan media komunikasi tertulis antara seseorang atau lembaga dengan seseorang atau lembaga lainnya. Sebagai media komunikasi tulis, surat memiliki kelebihan, yakni memberikan kesempatan yang lebih leluasa untuk berpikir dan merenungkan hal-hal yang akan disampaikan kepada orang lain.
Fungsi surat adalah sebagai berikut:
  1. alat komunikasi,
  2. alat bukti tertulis,
  3. alat bukti historis, 
  4. alat pengingat, 
  5. pedoman kerja, dan 
  6. sebagai duta organisasi.

Bahasa surat yang baik harus memenuhi ketentuan berikut.
  1. Bahasa yang digunakan benar/baku sesuai dengan kaidah, baik tentang ejaan, pemilihan kata, bentuk kata, maupun kalimatnya. Bahasa surat harus logis, wajar, hemat, cermat, sopan, dan menarik.
  2. Isi surat dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. penulisan yang benar.
  3. Disusun dengan teknik penyusunan surat yang benar.
  4. Bahasa baku, bahasa yang diakui benar menurut kaidah yang sudah dilazimkan. Penggunaan bahasa baku dapat membawa wibawa seseorang dan dipandang sebagai lambang status sosial yang tinggi.
  5. Bahasa efektif, bahasa yang secara tepat dapat mencapai sasarannya. Ciribahasa efektif adalah sederhana/wajar, ringkas, jelas, sopan, dan menarik.

B. Bagian-bagian surat resmi
  1. Kepala surat
  2. Tanggal surat
  3. Nomor surat
  4. Lampiran
  5. Perihal surat
  6. Alamat surat
  7. Salam pembuka
  8. Isi
  9. Salam Penutup
  10. Jabatan tanda tangan,
  11. Tembusan nama jelas
  12. Inisial

C. Penjelasan Bagian-bagian Surat 
  1. Kepala surat,  Fungsinya sebagai identitas diri bagi instansi bersangkutan, di antaranya:
  • Nama instansi
  • Lambang atau logo instansi
  • Alamat
  • Kode pos
  • Nomor telepon
  • Nomor faksimile atau e-mail
     2.  Nomor Surat, Penulisan nomor surat berguna untuk:

  • Memudahkan dalam pengarsipannya
  • Memudahkan dalam mencarinya kembali
  • Mengetahui banyaknya surat yang keluar
  • Bahan rujukan dalam surat-menyurat tahap berikutnya.
     3.  Tanggal Surat, Tanggal surat ditulis sejajar dengan nomor surat. Nama tempat, mendahului tanggal 
          surat.
             - Hal lain yang harus diperhatikan:
  • Nama bulan ditulis dengan huruf secara lengkap
  • Angka tahun tidak boleh disingkat
  • Pada akhir tidak dibubuhi tanda titik
     4.   Lampiran, Melampirkan berarti menyertakan sesuatu dengan yang lain. Berikut ini adalah kaidah-kaidah 
           penulisan lampiran :
  • Huruf awal kata lampiran ditulis dengan huruf kapital.
  • Sebaiknya kata lampiran tidak disingkat, misalnya, menjadi lamp.
  • Pencantuman jumlah lampiran hendaknya tidak dirangkap antara yang menggunakan huruf dengan yang menggunakan angka, pilih salah satu saja.
  • Jika tidak ada sesuatu yang dilampirkan, sebaiknya tidak dicantumkan lampiran pada surat itu.
  • Pada akhir baris tidak digunakan tanda titik.
      5.  Hal Surat, Hal surat berarti soal atau perkara yang dibicarakan surat. Cara penulisannya:
  • Harus ditulis dengan singkat, jelas, dan menarik;
  • Berwujud kata atau frasa, bukan kalimat;
  • Huruf pertama pada setiap katanya harus ditulis dalam huruf kapital.
      6.  Alamat Surat, Alamat pada sampul surat terdiri atas:
  • kata Kepada Yth;
  • nama jabatan;
  • unit kerja; dan
  • alat lengkap.
     7.   Salam Pembuka, Salam pembuka berfungsi sebagai penghormatan terhadap pihak yang di tuju.
           Penulisan salam pembuka yang benar:
  • Huruf awal pada salam pembuka ditulis dengan huruf kapital
  • Huruf awal ”hormat’’ ditulis dengan huruf kecil
  • Penulisan salam pembuka diakhiri dengan tanda koma.
     8.  Isi Surat, Alinea pembuka hendaknya dapat membangkitkan minat penerima surat untuk membacanya. 
          Susunlah alinea pembuka dengan menarik, yakni dengan menggunakan pilihan kata yang tepat, susunah
          kalimat yang sesuai, dan ejaan yang benar.

     9.  Alinea Isi, Untuk menyusun isi surat yang baik perhatikanlah pedoman berikut:
  • Tetapkan terlebih dahulu maksud surat, yaitu tentang apa yang hendak diberitahukan, ditanyakan, dikemukakan, diminta, dan sebagainya kepada penerima surat.
  • Tetapkan urutannya secara sistematis dan logis.
  • Gunakanlah informasi/fakta secara memadai.
  • Susunlah ke dalam beberapa alinea dan setiap alinea mewakili satu gagasan utama.
  • Selesaikanlah pokok persoalan satu per satu secara teratur dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami.
  • Hindarkan pemakaian akronim dan singkatan yang belum lazim, terutama singkatan yang diciptakan sendiri.
  • Sedapat-dapatnya hindarkan pemakaian kata atau istilah-istilah asing ataupun daerah, kecuali yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia.
  • Hendaknya digunakan bahasa yang lugas, sopan, dan menarik.
  • Perhatikan bentuk surat dalam penulisan bagian-bagiannya terutama untuk surat resmi.
  • Perhatikan penulisan ejaan dalam kalimat surat.
   10.  Alinea Penutup, Alinea penutup berupa simpulan, harapan, ucapan terima kasih, ataupun ucapan
          selamat. Pada umumnya, alinea penutup hanya terdiri atas sebuah kalimat. Contoh kalimat penutup:
  • Atas bantuan Saudara, saya sampaikan banyak terima kasih.
  • Atas perhatian Saudara, saya ucapkan terima kasih.
  • Mudah-mudahan bahan pertimbangan yang kami kemukakan di atas bermanfaat bagi Saudara.
   11.  Salam penutup, Salam penutup yang sering digunakan adalah hormat kami, hormat saya, salam 
          takzim, dan wasalam. Dalam surat dinas tidak digunakan salam penutup.
          Hal penting yang harus diperhatikan dalam penulisan salam penutup adalah:
  • Huruf awal salam penutup ditulis dengan huruf kapital
  • Penulisan salam penutup diakhiri tanda koma.
   12.  Pengiriman Surat, Pengiriman surat adalah pihak yang bertanggung jawab atas penulisan/ penyampaian 
          surat. Sebagai bukti pertanggungjawaban, dalam bagian akhir surat tersebut, dibubuhi tanda tangan.

          Hal yang perlu diperhatikan:

  • Pengiriman surat hendaknya disertai identitas diri, misalnya: jabatan, nomor induk pegawai, dan cap dinas/jabatan.
  • Nama pengirim tidak digarisbawahi, tidak pula berada di antara tanda kurung.
  • Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik.
  • Dalam surat-surat tertentu, pengirim surat dapat mendelegasikan penandatanganan suratnya itu kepada pejabat yang berada di bawahnya.
   13.  Tembusan Surat, Tembusan dibuat jika isi surat tersebut juga perlu diketahui pihak-pihak lain, di 
          samping pihak yang ditujunya. Dengan demikian, pihak yang dituju akan mengetahui pula pihak-pihak 
          yang dikirimi surat itu. Tembusan hendaknya disusun berdasarkan urutan tingkat atau hierarki, yakni dari 
          tingkatan/hierarki teratas kepada yang terbawah. Hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Huruf awal kata tembusan ditulis dengan huruf kapital.
  • Kata tembusan tidak perlu diberi garis bawah.
  • Tanda titik dua (:) mengikuti kata tembusan jika tembusannya lebih dari satu
  • Penulisan Kepada Yth. tidak perlu dicantumkan
  • Yang diberi tembusan adalah pejabat atau orangnya dan kantornya
  • Kata arsip atau pertinggal tidak perlu dicantumkan.
   14.  Inisial, Inisial gunanya untuk mengetahui siapa pengonsep dan pengetik surat yang bersangkutan. 
          Pihak-pihak tertentu dapat menghubungi orang itu jika ada kesalahan atau kekurangan-kekurangan pada 
          surat tersebut.


Contoh Surat Resmi 



PEMERINTAH KOTA MEDAN
DINAS PENDIDIKAN
MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) BAHASA INDONESIA


Nomor     : 004/MGMP.BIND/SMPN3/X/08
Lampiran : -
Hal          : Undangan

Yth. Bpk/Ibu Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
di
tempat

Dengan hormat,
Salam sejahtera, semoga Bapak/Ibu senantiasa dalam curahan rahmat dan nikmat-Nya, amin.

Menindaklanjuti program MGMP Bahasa Indonesia yang telah kita susun, dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir pada pertemuan MGMP Bahasa Indonesia Kota Medan Pada,

Hari, Tanggal       : Senin, 03 November 2014
Pukul                  : 09.00 - selesai
Tempat / Alamat  :  SMPN 3 Medan / JL. Pelajar no 69 Medan
Agenda               :  - Penyempurnaan Rencana Pembelajaran
                             - Sharing pengalaman dalam pembelajaran
                             - Persiapan Menjelang Ujian Nasional 2013


Atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu tepat pada waktunya, kami ucapkan terima kasih.


                                Ketua                                                                    Sekretaris


                       Ayu Handini, S.pd                                                     Dedi Hunaeni, Spd
                        NIP 131 113 642                                                        NIP 480 129 343






Referensi :
http://indrasofwan.wordpress.com/2012/09/03/pengertian-dan-cara-menulis-surat-resmi/
http://lintasgue.blogspot.com/2013/03/surat-resmi.html

LAPORAN PENELITIAN

0 komentar
LAPORAN PENELITIAN KEWIRAUSAHAAN
“ V’SHOP HANDMADE “




DI SUSUN OLEH :
NOVIA NURUL HUDA
NPM : 25212400
S1-AKUNTANSI


BAHASA INDONESIA 2#


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
AKUNTANSI
2014/2015



Judul          : Proposal Usaha “Bisnis Kerajinan Dan Aksesoris Dari Kain Flanel“
Nama          : Novia Nurul Huda
Kelas          : 3EB02

Proposal ini telah diterima dan disahkan pada :
Hari                                                                   :
Tanggal                                                             :

Oleh:
Ketua Jurusan/ Ka. Prog                                                                     Dosen Pembimbing

  ..................................                                                                          ...........................
                                                            Mengetahui,

                                                              ................






KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Laporan Penelitian dengan baik. Adapun judul dari tugas ini adalah : “V’Shop Handmade” yang berisikan tentang karya seni kerajinan dan aksesoris  yang terbuat dari Kain Flanel ( Kain Felt ).
Tujuan penulisan Tugas Laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Bahasa Indonesia 2#. Sebagai bahan penulisan tugas laporan diambil berdasarkan pembuatan halaman ( page ) pada facebook dan bertujuan untuk mempromosikan Bisnis Aksesoris yang terbuat dari kain Flanel ( Kain Felt ). Pada kesempatan ini materi hasil penerapan yang telah diberikan dikelas akan menjadi sumber untuk menyelesaikan laporan ini. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen, orang tua serta teman-teman yang turut membantu dalam menyelesaikan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa Tugas Laporan ini jauh dari kesempurnaan untuk itu, diharapkan kritik dan saran yang dapat membangun untuk lebih baik di masa yang akan datang.
Akhir kata semoga Tugas Laporan ini dapat berguna bagi para pembaca pada umumnya dan terutama bagi penulis, Wassalam.

                                               
                                                                                       Depok, 29 Desember 2014



                                                                                             Novia Nurul Huda





BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Kain flanel atau felt adalah jenis kain yang dibuat dari serat wol, tanpa ditenun. Proses pembuatan kain flanel disebut juga wet felting, yaitu proses pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan jenis kain flanel atau felt yang beragam tekstur dan jenisnya, tergantung dari campuran bahan pembuatnya.
Seiring berjalannya waktu , flanel  semakin di kenal banyak orang. Terutama , kalangan perajin aksesori. Salah satu hal yang manarik dari kain flanel adalah warnanya yang beragam dan lengkap, selain itu tekstur kainnya yang lembut.
Flanel adalah jenis kain tertua dalam sejarah manusia, lebih tua dari kain tenun dan rajut. Jenis kain flanel yang sangat rumit juga ditemukan dalam kondisi diawetkan di sebuah makam di Siberia yang berasal dari tahun 600M.
Digunakan untuk membuat kerajinan tangan atau handicraft. Aneka kerajinan tangan dari flanel bisa bermacam – macam, antara lain gantungan kunci, gantungan hp, tempelan kulkas, tempat pensil, sarung Hp, bross krudung, jepitan rambut, kalung, bando dsb. Untuk mendapatkan kain flanel ada di toko-toko perlengkapan jahit. Yang menarik dari kain flanel, menurut saya adalah warnanya yang bermacam-macam dan lembut. Dan, karena lembut itu, kain flanel aman bagi anak-anak apabila dibuat menjadi mainan. ( Sumber : Buku Pintar Berkreasi Dengan Kain Flanel )
Saat ini trend di masyarakat semakin berkembang. Bermacam produk yang bisa dikombinasi dengan hiasan dari kain Flanel. Bentuk desainnya pun menjadi lebih bervariasi. Melalui brand  V’shop handmade, Saya ingin memperkenalkan beragam aksesoris, dan souvenir dengan desain unik dari kainFlanel.

1.2  Rumusan masalah

Berdasarkan dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan beberapa hal yang mempengaruhi permasalah pada Usaha Aksesoris yang terebuat dari Kain Flannel ini yaitu :
1.    Meningkatkan Daya kreativitas dalam mempercantik barang atau benda lain yang disukai agar lebih menarik.
2.    Meningkatkan Trend dan Mode yang banyak disukai konsumen.
3.    Menghasilkan kerajinan yang bermutu dengan memaksimalkan kualitas serta kepuasan konsumen


1.3  Tujuan

Dari usaha online Aksesoris yang terbuat dari kain Flanel bertujuan :
1.    Untuk mempermudah dalam pengembangan usaha dan memudahkan konsumen mencari informasi kerajinan tangan rumahan ini untuk membelinya.
2.    Memanfaatkan untuk menyalurkan hobi bahkan menjadikan media kreasi melalui aneka ragam aksesoris yang akhirnya berkembang menjadi suatu keuntungan dalam berbisnis.
3.    Memberikan ide – ide kreatif dalam mengembangkan usaha dengan kreativitas terutama dalam pembuatan aksesoris yang terbuat dari kain flanel.
4.    Sebagai modal dasar untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan




BAB II
PASAR DAN PEMASARAN

2.1  Product life Cycle

Dari keterangan Product Life Cycle , bisnis kain flannel  ini berada pada posisi Infancy, yaitu produk belum dikenal.  Sehingga, untuk menjadikan produk dapat lebih dikenal dikalangan konsumen secara luas yaitu harus melakukan cara :
a.     Mengiklankan produk melalui media-media agar penyebaran informasi dapat lebih mudah dikenal secara cepat dan mudah menarik perhatian para konsumen.
b.    Melakukan pemasaran produk secara langsung dan tidak langsung.
c.     Dalam Hal ini, pemasaran secara langsung yaitu menjualkan produk kepada teman-teman terdekat dan pemasaran tidak langsung yaitu menjualkan produk secara online, menjualkan produk ke sekolah-sekolah, dan kampus.


2.2  Kemungkinan Persaingan

Persaingan  pada bisnis ini terbilang sangat jarang pada daerah tempat tinggal namun persaingan pasti ada, Karena itu agar lebih tesebar bisnis ini memanfaatkan media Internet dalam pemasarannya yaitu penjualan secara Online. Hal-hal yang dilakukakn untuk dapat  bersaing secara baik yaitu sebagai berikut :
1.    Hal terpenting dalam bisnis ini yaitu kita harus memperhatikan hal dalam mempromosikan produk yang akan di jual,
2.    Mengutamakan kualitas produk yang di jual,
3.    Meyakinkan konsumen terhadap produk yang di jual,
4.    Melakukan pelayanan dengan ramah agar dapat menciptakan kenyamanan pada konsumen.


2.3  Penetapan Harga

Harga yang akan dikenalkan dalam produk yaitu harga yang terjangkau oleh konsumen secara menyeluruh dan dengan menyesuaikan kualitas produk yang diproduksi. Sehingga produk yang ditawarkan sesuai dengan harga untuk para kalangan konsumen.



BAB III
 ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGIS

Teknologi informasi yang semakin berkembang pesat berdampak terhadap aspek kehidupan masyarakat masa kini. Diantaranya yaitu dapat mempermudah untuk pemanfaatan teknologi informasi yang digunakan dalam hal berbisnis.
Namun secara Teknis Manfaat bisnis Aksesoris dari Kain Flannel yaitu :
a.     Membuka peluang usaha baru.
b.    Menghasilkan kerajinan tangan dari kain flanel yang bernilai jual.
c.     kain flanel dan bahan-bahan sisa menjadi sebuah produk baru yang kreatif.
d.    jenis kerajinan tangan yang masih kurang terkenal di kalangan anak-anak dan remaja.
e.     Melatih kreatif dan kreativitas dalam mengembangkan usaha sertamengelola sebuah usaha.
Dari teknologi pembuatan Website ini merupakn Hasil dari pertimbangan berbagai aspek positif maupun aspek negatif Bisnis Aksesoris yang terbuat dari Kain Flannel ini jika menggunakan salah satu Content Management System ( CMS ) e-commerce Opencart. Berikut ulasan fitur dari CMS Online Shop Opencart :
a.     Jumlah produk tidak terbatas,
b.    Multi mata uang, bisa menggunakan lebih dari satu mata uang dengan nilai konversi antar mata uang,
c.     Multi bahasa, meliputi bahasa toko online dan nama serta penjelasan masing-masing produk atau kategori,
d.    Ulasan produk, yang bisa diberikan oleh pelanggan ataupun pembaca Website Toko Online untuk setiap produk,
e.    Penilaian produk, pelanggan dan pembaca Website Online bisa memberikan nilai dengan skala 1 s/d 5 untuk sebuah produk,
f.     menerapkan templete yang berbeda agar tampilan toko online lebih menarik,
g.    produk bisa secara otomatis  di perbesar atau di perkecil,
h.    Gambar yang telah di Upload bisa di Download,
i.      di Share produk via Facebook,Twitter,seperti Like button, Share & fanbox,
j.      Menampilkan Produk yang berhubungan,
k.     Pembeli bisa langsung melakukan pemesanan dengan cara mengirim pesan, contak person atau mengomentari status yang terhubung,
l.      Informasi produk yang tidak terbatas,
m.   Setelah melalui persetujuan antar produsen dengan konsumen barang yang telah di pesan bisa langsung di kirim atau melakukan pertemuan secara langsung pada tempat yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak.


3.1  Kebutuhan Biaya

Rincian kebutuhan biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi usaha yang terbuat dari kain flannel adalah sebagai berikut :

a.       Kebutuhan Anggaran Untuk Man Power
No
Man Power
Jumlah
Biaya (Rp)
1
Designer
1 orang
Rp 5.000
Total
1 orang
Rp 5.000

9
b.      Kebutuhan Anggaran Infrastruktur
N0
Item Kebutuhan
Unit
Harga satuan
(Rp )
Biaya (Rp)
1
Jarum
1 pack
Rp 2.500
Rp    2.500
2
Benang Sulam
7 warna
Rp 1.000
Rp    7.000
3
Benang Jahit
1 warna
Rp 2.000
Rp    2.000
4
Kain  Flannel
20 warna
¼ meter Rp 5.000
Rp  100.000
5
Lem Power glue
1 pack besar
Rp 20.000
Rp    20.000
6
Tali Kulit
1 Rol Hitam
Rp 15.000
Rp    15.000
7
Manik - manik
5 pack
Rp 2.000
Rp    10.000
8
Dacron
1 pack besar
Rp 20.000
Rp    20.000
9
Pensil
1 buah
Rp 2.500
Rp    2.500
10
Spidol
1 warna
Rp 2.500
Rp    2.500
11
Penghapus
1 buah
Rp 1.000
Rp    1.000
12
Gunting Bahan
1 buah
Rp 5.000
Rp    5.000
13
Gunting Benang
1 buah
Rp 2.000
Rp    2.000
14
Plastik kemasan
3 pack
Rp 6.000
Rp  18.000
Total
      Rp 207.000


c.       Biaya Tetap / Fixed Cost(FC)
No
Item Kebutuhan
Unit
Harga Satuan
Biaya
1
Jarum
1 pack
Rp 2.500
    Rp    2.500
   2
Benang Sulam
7 warna
Rp 1.000
Rp    7.000
   3
Benang Jahit
1 warna
Rp 2.000
Rp    2.000
   4
Lem Power glue
1 pack besar
Rp 20.000
Rp    20.000
   5
Tali Kulit
1 Rol Hitam
Rp 15.000
Rp    15.000
   6
Manik - manik
5 pack
Rp 2.000
Rp    10.000
   7
Dacron
1 pack besar
Rp 20.000
Rp    20.000
   8
Pensil
1 buah
Rp 2.500
Rp    2.500
     9
Spidol
1 warna
Rp 2.500
Rp    2.500
Total
    Rp  91.500

d.      Total Anggaran
No
Item Kebutuhan
Biaya ( Rp )
1
Kebutuhan Anggaran Untuk Man Power
Rp      5.000
2
Kebutuhan Anggaran Infrastruktur
Rp  207.000
3
Biaya Tetap
Rp    91.500
Total
Rp  303.500

3.2    Lokasi Proyek

V’shop Handmade  adalah bisnis rumahan yang dibuat sederhana , tanpa digunakan banyak peralatan. Bisnis ini mulai berjalan karna banyak konsumen dikalangan anak-anak maupun remaja yang menyukai hasil karya yang telah di buat oleh V’shop Handmade  yang semakin lama dapat menghasilkan sebuah karya seni yang diminati oleh para konsumen. V’shop Handmade  ini bertempat di Jalan Raya Sawangan No.51 Rt 02/ Rw 09 Mampang, Kota Depok.



BAB IV
 ASPEK MANAJEMEN DAN HASIL KREASI

4.1 Tahapan Pengerjaan

Pada Bisnis Kain  Flannel ini diperlukan beberapa tahap pengerjaan dalam penyelesaian, diantaranya yaitu :
1.      Terutama harus mempelajari terlebih dahulu tentang macam jahit dan tusuk hias yang diperlukan :
a.       Tusuk Feston
b.      Tusuk Tikam Jejak
c.     Tusuk Pipih
d.      Tusuk Jeruji
e.       Tusuk Rantai Terbuka

2.      Langkah Pengerjaan
*       Membuat Temapat HandPhone ^
a.     Buat pola untuk tempat HandPhone yang akan dibuat pada kertas buram.
b.    Lalu Salin gambar sesuai pola yang telah dibuat pada Kain Flannel.
c.     Gunting pola yang telah dibuat pada Kain Flannel.
d.    Gabungkan masing-masing dua lembar bentuk pola yaitu sisi depan dan sisi belakang, Kemudian Jahit pola pada sekeliling pinggiran kain.
e.    Selesai Tempat Handphone siap digunakan.


4.2  Contoh Sampel Kreasi yang telah dibuat di antaranya :

1.    Tempat Pensil




            2.  Tempat Handphone




            3.  Gantungan 



            4.  Bross Kerudung & Tas 


            5.  Jepitan & Kalung 



            6.  Bantal Leher & Toples






BAB V
 PENUTUP

5.1  Kesimpulan

Dari hasil pembuatan halaman pada facebook yang dapat membantu penulis memanfaatkannya sebagai berbisnis online. Maka penulis dapat menarik kesimpulan antara lain :
1.      Outlet merupakan toko atau tempat penjualan yang hanya menjualkan barang-barang yang merupakan satu produk tertentu.   khusus menjualkan aksesoris yang terbuat dari Kain Flanel .
2.      Usaha outlet secara online ini merupakan upaya dalam mengembangakan usaha bisnis rumahan yang banyak disukai oleh kalangan anak-anak dan para remaja.
3.      My page pada facebook merupakan alat bantu yang sangat penting ataupun sangat diperlukan dalam sebuah bisnis untuk memecahkan masalah dengan cepat.
4.      Dengan adanya website tentang halaman bisnis V’shop Handmade  dapat mempermudah konsumen untuk mencari aksesoris yang terbuat dari kain flannel.


7.2  Saran

   Dalam mengembangkan Usaha rumahan ini diperlukan dalam ketelatenan untuk  mencapai kepuasan hasil karya yang telah dihasilkan. Usaha rumahan ini tidak diperlukan modal yang besar tetapi cukup menarik.
 Pada proses berbisnis ini perlu di tanamkannya kepercayaan pada konsumen terhadap perusahan.




Referensi :
http://rieskha93.blogspot.com/2014/06/proposal-bisnis-aksesoris-yang-terbuat.html
http://helenachristy5.blogspot.com/
http://darelsyawal.blogspot.com/


 

Novia Nurul Huda Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template